KEMENHUB FASILITASI PENYERAHAN SANTUNAN DARI PT BSM CSC KEPADA KELUARGA PELAUT Rabu, 16 September 2020 | Post by: Admin Portal
KEMENHUB FASILITASI PENYERAHAN SANTUNAN DARI PT BSM CSC KEPADA KELUARGA PELAUT

JAKARTA (16/9) - Kementerian Perhubungan Cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan memfasilitasi penyerahan santunan yang dilakukan oleh PT. BSM Crew Service Centre Indonesia kepada keluarga Pelaut yang wafat di atas kapal.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Hermanta mengungkapkan, bahwa penyerahan santunan kompensasi kematian senilai USD 215,000 kepada keluarga ahli waris dari keluarga Pelaut yang wafat tersebut dilakukan langsung oleh  Direktur PT. BSM CSC Indonesia, Capt. Akhmad Zubaidi dengan disaksikan oleh perwakilan dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut dan juga pihak asuransi. 

“Santunan tersebut diterima oleh istri almarhum, Ny Nuryati Ina didampingi anak-anaknya. Sebelumnya pihak perusahaan juga telah menyerahkan pembayaran sisa gaji sebesar Rp 33,674,400,- serta biaya pemakaman sebesar Rp 12,000,000,” ujar Hermanta.

Hermanta menjelaskan, almarhum Sugeng Rantono Prihady merupakan Pelaut Indonesia yang direkrut dan ditempatkan Perusahaan PT. BSM CSC Indonesia sejak tahun 2009. Sejak itu, Almarhum telah bekerja di kapal-kapal yang dioperatori oleh PT. BSM CSC dengan jabatan sebagai Electrician atau Electronic Technical Officer (ETO). 

"Pada 19 Juli 2020, Almarhum ditugaskan di atas kapal MT. Thalea Schulte berbendera Singapura, dan kapal inilah yang menjadi kapal terakhir Almarhum bekerja sebagai Pelaut," ucapnya.

Lebih lanjut, Direktur PT. BSM CSC, Capt. Akhmad Zubaidi menjelaskan bahwa Almarhum Sugeng meninggal dunia saat tengah menjalankan tugasnya di atas kapal MT. Thalea Schulte dikarenakan sakit.

Adapun kronologisnya adalah pada tanggal 11 Agustus 2020 pukul 11:00 siang almarhum melapor kepada Perwira Jaga di anjungan untuk izin istirahat di kamarnya dikarenakan sakit dada dan sedikit lemas. 

Selanjutnya, pada pagi harinya Almarhum bekerja seperti biasa. Pada jam 12:30 saat makan siang, salah satu kru diminta oleh perwira jaga untuk mendatangi kamar Almarhum untuk mengecek kondisinya dan untuk mengajak makan siang bersama. Namun demikian, almarhum ditemukan tergeletak di atas sajadah. 

“Kemungkinan almarhum meninggal dunia pada saat menjalankan ibadah sholat pada saat posisi kapal berada di tengah laut dalam pelayaran dari Pelabuhan Ruwais menuju ke Romania,” kata Akhmad.

Menurut Akhmad, pada awalnya Perusahaan berusaha untuk menurunkan jenazah almarhum di pelabuhan terdekat, yakni di Pelabuhan Djibouti Afrika, namun rencana tersebut dibatalkan karena tidak cukup waktu dan tidak adanya kantor perwakilan RI di Djibouti.

“Selanjutnya, Perusahaan juga berusaha menurunkan jenazah Almarhum Sugeng di Suez Canal Mesir, akan tetapi pihak Otoritas Pelabuhan Mesir menolak dan tidak mengizinkan untuk menurunkan jenazah,” tukas Akhmad.

Terkait hal tersebut, Capt. Hermanta menjelaskan, bahwa Tim dari PWNI Kementerian Luar Negeri dan KBRI Mesir sudah mencoba membantu mendapatkan perizinan yang dibutuhkan untuk menurunkan jenazah almarhum, namun kenyataanya pihak Otoritas Pelabuhan Mesir tetap menolak.

“Akhirnya, atas bantuan dari KJRI Istambul, akhirnya jenazah almarhum Sugeng dapat diturunkan di Pelabuhan Istambul Turki untuk kemudian diterbangkan ke Jakarta,” terang Capt. Hermanta.

Untuk itu, Capt. Hermanta dan Capt. Akhmad menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja sama yang baik antara instansi terkait, khususnya PNWI Kementerian Luar Negeri dan KJRI Istambul yang telah membantu proses perizinan dan mengawal proses pemulangan jenazah almarhum.

“Seperti yang kita ketahui bersama, kondisi pandemi yang terjadi di seluruh dunia berdampak cukup signifikan dalam masalah perizinan dan transportasi khususnya saat emergency saat ini. Untuk itu saya sangat berterimakasih dan mengapresiasi komitmen serta kolaborasi pada Instansi/Kementerian terkait dalam menjamin agar Para Pelaut Indonesia selaku keyworker dapat bekerja dengan baik dan lancar,” tutup Capt. Hermanta.

  • berita