Berita

HADIRI JUMPA PERS AKHIR TAHUN KEMENHUB, DIRJEN HUBLA PAPARKAN UPAYA SATUKAN NKRI DENGAN SELAMAT DAN AMAN

05/12/2019

JAKARTA (5/12) – Salah satu tugas Kementerian Perhubungan adalah bagaimana menyatukan seluruh NKRI agar terkoneksi dengan aman dan selamat. Peningkatkan konektivitas tidak hanya dilakukan untuk manusia, tetapi juga untuk barang sehingga Kemenhub terus berupaya memberikan layanan transportasi laut di daerah-daerah terpencil dan terluar untuk orang maupun barang.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo saat menghadiri Jumpa Pers Akhir Tahun 2019 Kementerian Perhubungan di Kantor Kemenhub Jakarta, hari ini (5/12). Acara yang dipandu Aviani Malik ini dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan para pejabat eselon I di lingkungan Kemenhub. Adapun tema yang diangkat ialah “Capaian Kinerja dan Rencana Kerja Kemenhub Mendukung Visi Indonesia Maju”. 
WhatsApp Image 2019-12-05 at 17.34.38.jpeg
Dirjen Agus memaparkan bahwa salah satu program peningkatan konektivitas adalah Tol Laut. Tahun 2020 pelayanan tol laut akan ditingkatkan termasuk peningkatan sistem Teknologi Informasi agar keberadaan tol laut bisa dinikmati langsung oleh masyarakat, yang dapat membeli barang dengan harga yang lebih terjangkau.

“Selain tol laut, Kemenhub juga menyediakan pelayaran perintis sebanyak 113 trayek yang bisa dimanfaatkan juga untuk mengangkut barang sehingga frekuensi kedatangan kapal di daerah terpencil bisa lebih sering dari sebelumnya,” jelas Dirjen Agus.

Lebih lanjut, Dirjen Agus mengungkapkan komitmennya untuk mendukung investasi di seluruh Indonesia agar bisa tumbuh. 

“Kami sudah menyiapkan pelabuhan-pelabuhan yang memang untuk tempat keluar barang (ekspor) dan investasi.  Misalnya Pelabuhan Tanjung Priok yang terus ditingkatkan pelayananya, baik dari segi waktu operasional yang sudah 24 jam serta peningkatan sistem IT yang sudah siap mendukung kegiatan ekspor di pelabuhan,” imbuhnya.

Jika Tanjung Priok bisa seperti itu, pihaknya optimis pelabuhan lain akan bisa mengikuti. 

Selain itu, Dirjen Agus juga menyampaikan potensi yang dimiliki Indonesia serta upaya untuk mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.
WhatsApp Image 2019-12-05 at 17.34.39.jpeg
"Indonesia memiliki 3 (tiga) alur pelayaran (ALKI) yang dilalui kapal-kapal besar serta telah menetapkan Trafffic Seperation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok. Selain itu, alur pelayaran kita sudah dilengkapi dengan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) berstandar internasional serta didukung SDM yang mampu bersaing internasional," ujarnya.

Hal-hal tersebut dinilai bisa menjadi modal untuk mendukung upaya Indonesia menjadi poros maritim dunia.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Hubla juga menyampaikan komitmenya untuk mendukung visi dan misi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada Kabinet Indonesia Maju (2020-2024), yakni tetap melanjutkan pembangunan infrastruktur yang beriringan dengan pembangunan SDM yang unggul dan berkualitas serta mendukung konektivitas pada destinasi wisata super prioritas Indonesia lewat program "5 Bali Baru".
Sumber Berita: Humas Laut Hits: 35