Berita

DORONG KONEKTIVITAS WILAYAH, KEMENHUB HIBAHKAN KAPAL PELRA KEPADA PEMDA

15/04/2019

SURABAYA (15/4) – Kementerian Perhubungan cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menghibahkan 46 unit kapal pelayaran rakyat (pelra) yang dibangun pada Tahun Anggaran 2018, di mana 12 unit diantaranya telah diserahterimakan secara simbolis kepada Pemerintah Daerah (Pemda) di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, hari ini (15/14).


Penyerahan hibah kapal pelra tersebut diharapkan dapat mendukung program konektivitas yang dilaksanakan Pemerintah Daerah serta dapat bermanfaat untuk kegiatan masyarakat di daerah.

Adapun serah terima hibah kapal pelra tersebut ditandai dengan Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Hibah Kapal Pelra oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus Purnomo dan para Kepala Daerah penerima hibah kapal yang disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. 

Dalam membangun kapal pelra, Menhub Budi Karya ingin agar budaya kearifan lokal tetap dijalankan karena hal tersebut merupakan peninggalan nenek moyang Indonesia. Misalnya dengan tetap mempertahankan kayu sebagai bahan pembuatan kapal pelra ataupun menggantikannya dengan bambu yang merupakan ide dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

“Kita juga ingin menstimulasi masyarakat di daerah-daerah agar memperhatikan kearifan lokal, yakni dengan memanfaatkan kapal pelra untuk pariwisata, melengkapi kapal-kapal besar yang dapat menjangkau daerah-daerah tersebut,” kata Menhub Budi usai menyaksikan serah terima hibah kapal pelra di Surabaya.
WhatsApp Image 2019-04-15 at 16.09.41.jpeg
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Dirjen Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo mengatakan bahwa hibah kapal pelra ini diberikan kepada Pemda yang dinilai mampu untuk mengoperasikan dan memanfaatkan bantuan hibah tersebut dengan baik.

“Saya berharap Pemda penerima hibah dapat mengoperasikan, memanfaatkan, dan merawat kapal ini sebagai aset sarana angkutan laut untuk kepentingan masyarakat di daerah mereka dan menunjang konektivitas dalam program tol laut,” ujar Dirjen Agus.

Dirjen Agus menambahkan bahwa kapal pelra berukuran GT 35 yang dihibahkan kepada Pemda ini memiliki kapasitas angkut 24 Penumpang, 10 Ton barang, 5 orang awak kapal, dan kecepatan kapal 9 Knot. 

“Kapal pelra ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas peralatan keselamatan yang cukup lengkap, seperti perlengkapan keselamatan seperti life jacket, perlengkapan pencegahan kebakaran, perlengkapan navigasi, radio komunikasi dan pencegahan pencemaran, serta tetap memperhatikan aspek kenyamanan penumpang,” urainya.
WhatsApp Image 2019-04-15 at 16.09.42.jpeg
Bersamaan dengan acara tersebut, juga dilaksanakan Penandatanganan Kesepakatan Bersama atau Memorandum of Understanding (MOU) antara Kementerian Perhubungan dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) tentang Kerjasama Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Pengembangan Sumber Daya serta Desain dan Pengembangan Kapal Pelayaran Rakyat. Adapun naskah MOU tersebut ditandatangani oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Rektor ITS Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari.

Penandatanganan MOU tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dalam bidang desain dan pengembangan kapal pelra dalam rangka meningkatkan dan mendorong pelayaran rakyat menjadi bagian dari potensi angkutan laut nasional yang merupakan satu kesatuan sistem transportasi nasional. 

Selanjutnya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Peningkatan Peran Pelayaran Rakyat dalam Membangun Konektivitas pada program Tol Laut.

“FGD seperti ini perlu dilakukan untuk menerima masukan dan rekomendasi dari stakeholder terkait pengoperasian kapal pelra yang berperan dalam membangun konektivitas serta optimalisasi peran pelra melalui program Tol Laut,” tutup Dirjen Agus.

Sebagai informasi, pada Tahun Anggaran 2018, Kementerian Perhubungan telah membangun 94 unit kapal pelra yang dibangun oleh 16 galangan nasional di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Lombok dan Sulawesi Selatan. 



Sumber Berita: Humas Laut Hits: 121